Hari Kedua Lokakarya MTsN 2 Tanah Datar Fokuskan Penguatan Kurikulum Cinta dan Moderasi Beragama

Tanah Datar, 19 Juni 2025 – Lokakarya MTsN 2 Tanah Datar memasuki hari kedua dengan semangat yang semakin menggelora. Kegiatan ini terus menjadi wadah penting bagi para pendidik dalam mengembangkan kompetensi serta memperkuat nilai-nilai moderasi dan cinta dalam pembelajaran madrasah.
Hari kedua dibuka dengan pemaparan inspiratif dari Ibuk Aslinda, M.Pd, Kepala MTsN 2 Tanah Datar dan juga merupakan mahasiswa S3 Universitas Muhammadyah Sumatera Barat, yang memberikan materi bertajuk “Kurikulum Cinta dan Moderasi Beragama dalam Pembelajaran di Madrasah.” Dalam presentasinya, beliau memperkenalkan prinsip-prinsip Kurikulum Cinta yang terangkum dalam sembilan nilai utama(9K), yakni:
- Keberagaman
- Kebersamaan
- Kekeluargaan
- Kemandirian
- Kesetaraan
- Kebermanfaatan
- Kejujuran
- Keikhlasan
- Kesinambungan
Selain itu, Kurikulum Cinta juga memuat enam tema cinta, yaitu cinta kepada Allah, Rasulullah, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan bangsa. Implementasi kurikulum ini diwujudkan melalui kegiatan konkret seperti tadarus, shalat berjamaah, doa dan dzikir bersama, bakti sosial, gotong royong, serta program berbagi, yang tidak hanya memperkaya aspek spiritual peserta didik tetapi juga memperkuat nilai sosial dan kemanusiaan.
Dalam sesi yang sama, Ibu Aslinda menegaskan pentingnya penguatan Moderasi Beragama yang meliputi nilai-nilai keadilan, toleransi, anti kekerasan, dan penghormatan terhadap budaya lokal. Strategi implementasi nilai-nilai ini dilakukan melalui integrasi dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), materi pembelajaran, dan sistem evaluasi. Pendidikan multikultural, pelatihan guru berkelanjutan, serta kolaborasi lintas pihak juga menjadi bagian dari penguatan moderasi beragama di lingkungan madrasah.
Pada sesi kedua kegiatan, Ibu Sisfa Aria, M.Pd selaku Pengawas MTsN 2 Tanah Datar, menyampaikan materi yang sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini, yaitu tentang Deep Learning atau pembelajaran mendalam. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa pendekatan ini bukan hanya bertujuan agar siswa memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mendorong mereka untuk mampu mengaplikasikannya secara kritis dan kreatif dalam kehidupan nyata.
Pentingnya Pendekatan Deep Learning dalam Pendidikan
Ibu Sisfa menjelaskan bahwa di era digital dan globalisasi saat ini, pendidikan tidak lagi cukup jika hanya bersifat transfer ilmu. Pembelajaran harus diarahkan pada pendalaman makna, analisis kritis, dan kemampuan problem solving. Deep Learning hadir sebagai pendekatan yang memungkinkan siswa menjadi pembelajar sejati yang aktif, reflektif, dan adaptif terhadap perubahan.
Prinsip-Prinsip Pembelajaran Deep Learning
Untuk menerapkan pembelajaran mendalam secara efektif, terdapat tiga prinsip utama yang harus diperhatikan:
- Kesadaran
Siswa diajak untuk menyadari pentingnya pembelajaran dan bagaimana ilmu yang diperoleh akan berdampak pada kehidupannya. Kesadaran ini mendorong keterlibatan yang lebih tinggi dalam proses belajar. - Bermakna
Pembelajaran harus dikaitkan dengan pengalaman nyata dan konteks kehidupan siswa. Hal ini membuat siswa lebih mudah memahami, mengingat, dan menerapkan ilmu yang diperoleh. - Menggembirakan
Suasana belajar yang menyenangkan menciptakan motivasi intrinsik pada siswa. Ketika siswa merasa senang, mereka akan lebih terbuka dalam mengeksplorasi ide dan lebih berani dalam menyampaikan pendapat.
Kerangka Pembelajaran Deep Learning
Ibu Sisfa juga memaparkan bahwa keberhasilan Deep Learning sangat dipengaruhi oleh empat kerangka dasar berikut:
- Praktik Pedagogik
Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator yang mengarahkan, mendampingi, dan memotivasi siswa untuk menggali pengetahuan secara mandiri dan kolaboratif. - Lingkungan Pembelajaran yang Nyaman
Suasana kelas yang aman, inklusif, dan mendukung penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri siswa dalam berpartisipasi aktif dalam proses belajar. - Kemitraan Pembelajaran
Kolaborasi antara guru, siswa, orang tua, dan masyarakat merupakan elemen penting dalam mewujudkan pembelajaran yang relevan dan kontekstual. - Pemanfaatan Digital
Teknologi menjadi alat penting dalam memperluas akses informasi, memperdalam pengalaman belajar, serta meningkatkan interaktivitas dalam proses pendidikan.
Dimensi Profil Lulusan (DPL)
Sebagai penutup, Ibu Sisfa mengaitkan pembelajaran mendalam dengan pembentukan Profil Pelajar Pancasila atau Dimensi Profil Lulusan (DPL) yang mencerminkan kompetensi ideal siswa abad ke-21. Dimensi-dimensi tersebut antara lain:
- Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa
Pendidikan harus menanamkan nilai spiritual sebagai pondasi moral siswa. - Kewargaan
Siswa dibentuk menjadi warga negara yang sadar hak dan kewajibannya serta menjunjung tinggi nilai kebangsaan. - Penalaran Kritis
Kemampuan berpikir logis dan analitis sangat dibutuhkan untuk memecahkan berbagai permasalahan kehidupan. - Kreativitas
Inovasi dan daya cipta menjadi kunci dalam menghadapi perkembangan zaman. - Kolaborasi
Siswa dilatih untuk mampu bekerja sama dan menghargai kontribusi orang lain dalam tim. - Kemandirian
Pembelajaran diarahkan untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan inisiatif pribadi. - Kesehatan
Aspek fisik dan mental siswa menjadi perhatian utama dalam proses pendidikan. - Komunikasi
Keterampilan menyampaikan ide secara efektif dan etis, baik secara lisan maupun tulisan, sangat diperlukan dalam kehidupan sosial dan profesional.
Materi terakhir disampaikan oleh Bapak Novaldi, SHI, dengan tema “Komunikasi Efektif”, yang menjadi penutup sempurna dalam rangkaian kegiatan pembelajaran profesional ini. Dalam pemaparannya, beliau mengangkat pentingnya keterampilan komunikasi, terutama dalam konteks pendidikan, yang bukan hanya soal menyampaikan informasi, tetapi juga memastikan bahwa pesan yang disampaikan dipahami dan berdampak.
Bapak Novaldi menyampaikan bahwa komunikasi efektif sangat dipengaruhi oleh pemahaman menyeluruh atas tiga aspek psikologis utama: pembicara, pesan, dan audiens. Materi ini mengacu pada model komunikasi klasik dari Harold Lasswell: “Who says what in which channel to whom with what effect.”
Aspek Psikologis dalam Komunikasi
- Psikologi Pembicara
- Kepercayaan diri sangat penting untuk menciptakan kenyamanan dalam berbicara.
- Kredibilitas, karakter, dan gaya komunikasi pembicara memengaruhi seberapa besar audiens menerima dan mempercayai isi pesan.
- Tips: Bangun hubungan sejak awal (rapport building), tunjukkan empati, dan gunakan bahasa tubuh yang terbuka.
- Psikologi Pesan
- Pesan yang disampaikan harus jelas, relevan, emosional, dan dibingkai dengan strategi yang tepat.
- Strategi seperti storytelling, bahasa yang sederhana, dan pengulangan poin penting sangat efektif dalam menguatkan daya ingat audiens.
- Psikologi Audiens
- Pemahaman terhadap kebutuhan, motivasi, dan sikap audiens menentukan keberhasilan komunikasi.
- Penting untuk menggunakan bahasa yang sesuai dengan karakter audiens serta menciptakan interaksi yang melibatkan mereka secara aktif.
Ciri Komunikasi Efektif
- Dua arah (two-way conversation): Ada umpan balik dari audiens.
- Pemahaman bersama (mutual understanding): Pesan diterima dengan makna yang sesuai.
- Relasi yang baik (good relationship): Terjalin hubungan emosional antara pembicara dan pendengar.
Model Praktik Komunikasi Efektif
- Pembicara: Harus tampil kredibel, empatik, dan percaya diri.
- Pesan: Harus sederhana, relevan, dan menyentuh emosi.
- Audiens: Harus dipahami, dilibatkan, dan dihargai.
Kegiatan hari kedua ini ditutup dengan diskusi interaktif, refleksi bersama, serta penyusunan rencana tindak lanjut oleh seluruh peserta. Lokakarya ini menjadi ruang strategis dalam merancang pendidikan madrasah yang lebih bermakna dan relevan, dengan mengedepankan nilai cinta dan moderasi dalam seluruh aspek kehidupan sekolah.
MTsN 2 Tanah Datar terus berkomitmen menjadi madrasah yang unggul, humanis, dan transformatif—tempat tumbuhnya generasi Qurani yang cinta damai dan cinta sesama.






![]()









